SULTENG

Pariwisata dan Transportasi Menjadi Penyumbang Terbesar 2018

PALU – Bencana alam yang terjadi di Kota Palu pada bulan November silam, mempengaruhi Inflasi yang ada di Sulawesi Tengah, seperti pada bulan Desember 2018 tercatat, Sulawesi Tengah mengalami Inflasi sebesar 1,10% yang di mana hasil Inflasi keseluruhan sepanjang tahun  2018, mencapai 6,46%, hal tersebut dituturkan oleh Kepala Bidang Statistik Distribusi G.A. Nasser saat Konfrensi Pers Rabu (2/01/19), di kantor Badan Pusat Statistik Sulawesi Tengah.

Pada bulan Desember 2018 Kota Palu menduduki peringkat ke lima untuk masalah Inflasi kawasan Papua,Sulawesi dan Maluku. Inflasi tertinggi dipegang oleh Jayapura sebesar 1,62%, sedangkan Sorong terendah yaitu -0,15%. terjadinya Inflasi tersebut, di akibatkan Tarif angkutan udara yang mengalami kenaikan hingga 0,32%, ikan ekor kuning sebesar 0,22%, telur ayam ras sebesar 0,07 dan seng sebesar 0,02%.

“Hal yang paling mencolok, dalam mengalami perubahan yang besar yaitu, di bidang pariwisata dan transportasi. Jumlah penumpang pesawat dibulan November 2018 naik hingga 15,91% dibandingkan bulan Oktober 2018, hal yang sama terjadi pula dengan penumpang kapal laut, yang mengalami peningkatan sebesar 24,49% di bulan November 2018 dibandingkan Oktober 2018. Hal tersebut di akibatkan adanya Isue mengenai akan adanya bencana alam yang akan terjadi kembali”. tegas GA Nasser.

Sementara itu, jumlah hunian hotel berbintang Berbanding terbalik dengan Transportasi, jumlah hunian hotel berbintang mengalami penurunan drastis pada bulan November 2018 sebesar 77,22%, hal ini dikarenakan sebagian besar hotel berbintang di Kota Palu, mengalami kerusakan dan saat ini hanya beberapa Hotel saja yang beroprasi di Kota palu yang di tambahkan dengan tiga Hotel berbintang di Kab. Banggai.**

Reporter : Nirmala

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top