SULTENG

FPPH Pejuang Pemutihan Hutang Korban Pasigala

PALU – Forum Perjuangan Pemutihan Hutang (FPPH), terus berupaya agar Pemerintah, segera menyelesaikan masalah pemutihkan hutang untuk para korban bencana alam yang terjadi 28 September 2018,  di Kota Palu, Sigi, dan Donggala (PASIGALA).

Sejak 17 November 2018, Forum Perjuangan Pemutihan Hutang atau yang biasa di sebut FPPU, telah mengupayakan agar Pemerintah terkait, segera memutihkan hutang piutang para korban bencana Gempa, Tsunami dan Likuifaksi yang terjadi tiga Daerah yang ada di Profinsi Sulawesi Tengah yaitu, Kota Palu, Sigi dan Donggala, mereka telah melakukan beberapa tindakan seperti menyurat ke Presiden Republik Indonesia tembusan kementria keungan Republik Indonesia dan OJK serta menyurat ke DPR RI tembusan komisi XI.

 “Kami mengupayakan agar pihak Bank dan Lissing, memberikan keleluasaan untuk penunggakan kredit bagi warga Kota Palu, Sigi dan Donggala (PASIGALA) serta Parigi Moutong, selain ha tersebut FPPH juga berharap agar adanya pemutihan bagi yang memiliki utang dibawah 500 juta,” tegas Sunardi ketua FPPH.

Sunardi menambahkan, hal yang mendasari terbentuknya Forum Perjuangan Pemutihan Hutang (FPPH), karena terjadinya bencana alam yang sempat melumpuhkan perekenomian yang ada di Pasigala (Palu, Sigi dan Donggala), , bahkan hingga saat ini para korban bencana dari tiga daerah tersebut, masih banyak yang kehilangan pekerjaan serta tempat tinggal.

Hingga saat ini, Sudah lebih dari dua puluh lima ribu formulir, serta surat kuasa yang diterima oleh FPPH terkait penangguhan dan pemutihan utang bagi warga Palu,Sigi,Donggala dan Parigi Moutong, tidak hanya itu, Saat ini setiap instansi Swasta maupun Negeri, seperti Bank ataupun Lissing telah memberikan kebijakan namun kebijakan tersebut berbeda dan tidak sejalan dengan kebijakan yang di keluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) POJK No. 45/POJK 3 Tahun 20017, yang mana kebijakan tersebut mengenai perlakukan khusus bagi warga yang terdampak bencana di Indonesia.

Forum Perjuangan Pembebasan Hutang  yang bersekretariat di Jl. Sultan Hasanuddin ini, setiap harinya, ramai dipadati warga Kota Palu, yang berharap mendapatkan pemutihan hutang atau minimal mendaptakan penangguhan sampai perekonomian kembali normal.**

Reporter : Nirmala

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top