SULTENG

Miris, Korban Pengungsi Bencana Pasigala Keracunan Makanan

PALU – Kepala Kepolisian Resort Kota Palu, yang diwakili oleh Wakapolres Palu Kompol. Basrum, menyampaiakan Press Realese kepada awak media terkait keracunan makanan yang menimpah pengungsi korban bencana Pasigala, pada (21/01/19).

Kapolres Palu, yang diwakili Wakapolres Palu Basrum, mengatakan bahwa Polres Palu langsung mengirim anggotanya untuk menyelidiki kasus keracunan makanan tersebut.

“Diketahui bahwa korban keracunan makanan berada ditenda pengungsian kelurahan Kabonena dan Tipo. Menurut keterangan salah satu saksi kepada petugas setempat, bahwa tidak ada koordinasi sebelumnya atas pembagian makanan yang masuk ditenda pengungsian itu,” Ungkap Kompol Basrum pada saat jumpa perss dengan awak media pagi tadi.

Ia menambahkan, pada saat mobil Suzuki APV berwarna hitam berplat dinas dengan kode B datang memasuki kawasan tenda pengunsi, terlihat jelas mobil tersebut membawa 2 kantong plastik besar yang kemungkinan berisikan 200 bungkus makanan dan diterima langsung oleh salah satu pengungsi yang berinisial IM.

Hal tersebut, sesusai dengan petunjuk dan keterangan dari saksi, yang menyatakan makanan (nasi bungkus), berasal dari Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dan atas petunjuk itu pihak Polres Palu langsung mengirim personil ke Parimo Jelas Wakapolres pada keterangannya kepada awak media.

Jika dilihat dari unsur permasalahannya maka, belum kita temukan apa tujuan dan motif dari hal itu sehingga pihak Kepolisian, masih akan terus gali dan dalami apa permasalahan yang paling menonjol dari hal tersebut, melalui proses lidik dan untuk yang membagikan makanan yang juga adalah korban berinisial US alias EP, telah dimintai keterangan sebagai saksi.

Dalam hal ini Kapolres Palu, AKBP Mujianto SIK mengimbau kepada masyarakat kota Palu yang masih berada di tempat pengungsian harus lebih berhati-hati, apa bila ada orang memberikan makanan harus mencatat identitasnya, untuk mempermudah menyelidiki siapa yang membagikan makanan itu, demi mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.***

Reporter : Khaidir Akmal

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top