SULTENG

Pertumbuhan Ekonomi Sulteng Tahun 2018, Melambat

PALU – Kantor Badan Pusat Satatistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah pagi tadi melaksanakan Press Realese dan Video Conference mengenai Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2018, di ruang Press Realese Kantor BPS Sulteng, Jalan Profesor Muhammad Yamin, Keluarahan Birobuli, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (06/02/19).

Dalam paparannya, Kepala Kantor BPS Sulteng Faizal Anwar menerangkan bahwa, Perekonomian Sulteng tahun 2018 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp150,64 triliun, dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp103,62 triliun.

Faizal juga menambahkan dalam keterangan Persnya, “Indeks Tendensi Konsumen (ITK) sesuai yang kami survey adalah bagaimana melihat presepsi masyarakat tentang perekonomiannya, apakah itu berkaitan dengan perekonomian yang dia alami sendiri atau dia akan memperkirakan pemerintah bisa membuat perekonomian meningkat.”

Pasalnya, Ekonomi Sulteng triwulan IV tahun 2018 bila dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2017, tumbuh sebesar 5,37 persen lebih lambat, dan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 9,12 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha, Jasa Kesehatan, dan Kegiatan Sosial sebesar 18,05 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen impor barang dan jasa sebesar 175,92 persen.

“Mengenai pertumbuhan ekonomi, secara garis besar saya ingin menyampaikan bahwa, perekonomian kita memberikan kontribusi sebesar 29 persen, walaupun kita mengalami bencana di Palu, Sigi, dan Donggala, sedangkan kabupaten lain yang tidak terdampak sebanyak 70 persen, artinya kalaupun terjadi bencana memang pasti ada dampaknya” Jelas Faizal kepada awak media.

Secara spasial, pertumbuhan ekonomi wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua tahun 2018 tumbuh sebesar 6,75 persen, dengan pertumbuhan tertinggi di Provinsi Maluku Utara yang tumbuh mencapai 7,92 persen.**

Reporter: Khaidir Akmal

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top